Senin, 22 Desember 2014

If it was not you ?

Standard
If it was not you ?
Udah lama vacum di blogger. Tetapi konsep terus jalan.. Dan ini ada 1 artikel yang gue rangkai agak lama.. Tentang seorang yang mencintai pasangannya terlalu dalam.. Sampai ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Apakah berhenti untuk mencintainya, atau terus berjuang dan maju untuk mengejar cintanya...



If it was not you.

Jika bukan karena mu, mengapa bisa aku bisa bahagia selama ini ?

Jika bukan karena mu, mengapa otak selalu selaras dengan keinginan hati ?

Jika bukan karena mu, mengapa aku rela seperti orang gila dalam perasaan ini ?

Dan jika bukan karena mu, apa mungkin aku bisa menilai seperti apa diriku disaat aku mempunyai perasaan yang kurasakan ini ?

Sungguh aneh jika seseorang yang mempunyai rasa "cinta" tidak akan membayangkan jika ia akan bersama dengan orang yang dicintai nya untuk dimasa depan. Walaupun hanya khayalan semata. Tetapi, mungkin ini ada.. Akan tetapi, cinta bukanlah hanya untuk satu orang saja, melainkan harus ada seseorang lagi yang bisa mendampingi dalam keinginan untuk bersama. Tapi ? Apakah ia selaras dengan harapan ini ?

Untuk tinggalkan semua, untuk hapus semua, menghindar dan membenci mungkin tak bisa, karena apa yang aku mengerti tentang ini ? Berfikir tentang itu saja ku tak sanggup apalagi untuk melakukannya. Mungkin adalah hal tergila dan terbodoh yang akan aku rasakan.. Apakah ada jalan yang lain untuk aku bisa tetap bertahan, dan tetap ada di dekatmu ?

Jika aku tak mencintaimu, mengapa bayangmu selalu ada di benakku ?

Jika aku tak mencintaimu, mengapa suaramu seperti menggema di telingaku, sehingga ku kembali teringat kepadamu ?

Jika bukan karena cinta ini, mengapa aku rela terus bermimpi dan berharap bahwa kau akan bisa menjadi pasanganku kelak di suatu hari nanti ? Di hari dimana kau dan aku bersama dan mengucapkan janji untuk bersama saling mencinta selamanya.

Sampai saat ini, aku hanya belum mengerti akan jalan hidup ini.. Tapi, ini hanya sebuah skenario dari Tuhan yang mengharuskan kita untuk melaluinya, entah bersama atau hanya aku saja.. Dan ku harap, aku akan bisa melaluinya ini dengan bersamamu.. Orang yang selalu ada di benakku..

Aku hanya mencintaimu, dan ku lakukan semua untuk membuktikan rasa cinta ini. Entah apakah karena aku mencintaimu ini benar ataukah salah, aku tidak perduli..  Dan satu kalimat yang ingin kuucapkan pada dirimu saat ini.. Dan semoga kau tahu ini.. Bahwa, untuk saat ini, hatiku berada disisimu, dan mimpiku akan terus untukmu...


Minggu, 02 November 2014

Last Child - Tak Pernah Ternilai

Standard


Kau menyiksaku disini
Dalam rasa bersalah yang kini
Membunuhku secara perlahan

Kau selalu menghindar dari
Aku yang selalu mencoba
Ungkapkan semua lewat
Tatap mata ini

Ternyata maafmu tak pernah
Pantas untukku
Kau anggap aku tak ada
Dan kau tak pernah
Mengenal diriku
Album indexliriklagu.info
Setidaknya diriku pernah berjuang
Meski tak pernah ternilai
Dimatamu ....
Setidaknya ku pernah menanti
Terkapar melawan
Sepi hatiku

Yang tak pernah bisa berhenti
Mencintaimu

Kau menghukum hati ini
Hati yang dulu kau
Yakini takkan pernah
Kecewakanmu

Kau memutuskan tuk pergi
Belum ku sempat memohon
Dan mengemis
Agar kau tetap disini
Ternyata sedalam itu
Kau benci diriku

Kau anggap ku tak terlihat
Meski ku tepat di depan matamu
Setidaknya ku pernah menanti
Terkapar melawan
Sepi hatiku

Yang tak pernah bisa berhenti
Mencintaimu

Setidaknya diriku pernah berjuang
Meski tak pernah ternilai
Dimatamu ....
Setidaknya ku pernah menanti
Terkapar melawan
Sepi hatiku
Yang tak pernah bisa berhenti
Mencintaimu

Fix You - Coldplay ( Terjemahan )

Standard
When you try your best but you don't succeed
Saat kau berusaha sebaik-baiknya namun tak berhasil
When you get what you want but not what you need
Saat kau dapatkan yang kau inginkan namun bukan yang kau butuhkan
When you feel so tired but you can't sleep
Saat kau merasa sangat mengantuk tapi tak bisa tertidur
Stuck in reverse
Selalu terbayang masa lalu

And the tears come streaming down your face
Dan air mata pun mulai mengalir di wajahmu
When you lose something you can't replace
Saat kau kehilangan sesuatu yang tak mungkin bisa tergantikan
When you love someone but it goes to waste
Saat kau mencintai seseorang namun bertepuk sebelah tangan
Could it be worse?
Bisakah lebih buruk dari itu?

Lights will guide you home
Cahaya kan mengantarmu pulang
And ignite your bones
Dan membara tulang-belulangmu
And I will try to Fix you
Dan aku kan berusaha Memberimu semangat

And high up above or down below
saat kau berada di atas ataupun terpuruk di bawah
When you're too in love to let it go
Saat kau terlalu cinta dan tak bisa melepaskannya
But if you never try you'll never know
Namun jika tak pernah mencoba kau takkan pernah tahu
Just what you're worth
Betapa berharga dirimu

Lights will guide you home
Cahaya kan mengantarmu pulang
And ignite your bones
Dan membara tulang-belulangmu
And I will try to Fix you
Dan aku kan berusaha Memberimu semangat

....

Tears stream, down your face
Air mata, mengalir di wajahmu
when you lose something you cannot replace
Saat kau kehilangan sesuatu yang tak mungkin bisa tergantikan
Tears stream, down your face
Air mata, mengalir di wajahmu
And I
Dan aku

Tears stream, down your face
Air mata, mengalir di wajahmu
I promise you I will learn from my mistakes
Kuberjanji padamu ku kan belajar dari semua kesalahanku
Tears stream, down your face
Air mata, mengalir di wajahmu
And I
Dan aku


Lights will guide you home
Cahaya kan mengantarmu pulang
And ignite your bones
Dan membara tulang-belulangmu
And I will try to Fix you
Dan aku kan berusaha Memberimu semangat

Sabtu, 01 November 2014

You know what i mean (7)

Standard
Chapter 7 : Last Story

Sudah hampir 2 bulan Dony dan Silvia dekat dan menjalin suatu hubungan yakni pacaran.. Walaupun mereka tak pernah memberitahukan sebenarnya kalau mereka sudah berpacaran.. Mereka hanya backstreet dari teman - temannya. Mereka hanya ingin teman - teman tahu, jika mereka hanya teman dekat.
Akan tetapi, sebelum Anniversary ke 2, Dony dan Silvia berpisah. Mungkin karena lebih cocok untuk berteman atau masalah lain tidak pernah di umbar mereka. Akan tetapi, ketika disekolah mereka tetap menjadi teman..  Tiap pulang sekolah pun, Dony selalu mengantarkan Silvia pulang kerumah..

"Vi, ayo pulang..."
"Heh, oke Don, tapi lo nganter gue sampe halte simpang aja ya. Ini cuma biar temen - temen gak curiga"
"Oh oke Vi, gue minta maaf ya kalo gue salah sama lo."
"Gue yang harusnya minta maaf udah buat hubungan kita renggang"
"Gapapa, tapi kita temen kan ?"
"Pastinya Don.."menepuk pundak Dony..

Mereka pun pergi pulang, dan seperti yang diminta oleh Silvia, Dony hanya mengantarkan hanya sampai di Halte.. Dan Silvia melanjutkan dengan naik ojek. Akan tetapi, Ayu tak sengaja melihat kejadian itu, lantas ia lansung menanyakan itu ke Dony sebelum Dony pulang.

"Donyy !! Tunggu .."
"Ada apa Ayu ?"membuka helm
"Ke pinggir dulu, ada yang mau gue tanyain"
"Okeoke.." meminggirkan motornya ke halte..
"Gue mau tanya sesuatu sama lo."
"Apa ?"
"Kok tumben lo beberapa hari ini cuma nganterin Silvia cuma sampe sini , gak sampe rumahnya ?"
"Gak kok, dia yang minta"
"Eh, gue tau lo bohong.. Lo backstreet kan kemarin ?"
"Lo tau dari mana ?"
"Gak usah ngeles, gue tau. Sekarang kalian putus ?"
"Oke, dulu gue backstreet sama Silvia, dan 5 hari yang lalu gue putus sama dia"
"Lah kenapa ?"
"Nanti gue ceritain, gue buru - buru nih. Gue mau les."
"Oke ntar malem gue telfon lo."
"Sip, gue duluan ya" memakai helm dan kemudian meninggalkan Ayu...

Setelah pulang dari les, Dony lansung menelfon Ayu, karena ia sudah janji akan cerita..

"Hey, gue mau cerita.." sapa nya di telfon
"Ayo, kasih tau gue yang sebenernya."
"Ya gue putus sama Silvia."
"Sebab putus kenapa Don ?"
"Gak cocok mungkin jadi pacar. Lebih sering secuekkan Yu"
"Kok bisa ?"
"Ya gue orangnya cuekan, dia juga. Ya gitulah."
"Sekarang gimana jadinya ?"
"Entah, gue juga bingung kenapa sewaktu gue masih pacaran sama Silvia, gue juga sering mikirin Melisa."
"Melisa ? Serius lu Don.."
"Untuk apa gue bohong.."
"Kok bisa sih ?"
"Entah, gue bingung sama perasaan gue ini ke Melisa."
"Yaudahlah, untuk apa mikirin dia, toh dia mungkin lebih milih Andri daripada lo."
"Iya, gue usahain yak.."
"Oke, sudah ye.. Gue mau belajar"
"Oke Yu" menutup telfon dari Ayu..

Setelah putus dari Silvia, Dony bingung akan perasaannya dengan Melisa sekarang.. Ketika ia berfikir harus berjuang lagi, akan tetapi ia tahu kalau itu percuma saja. Melisa juga tidak akan memilihnya.. Maka dari itu, ia mulai mencoba melupakan Melisa. Walau berat awalnya..
Dan ketika Melisa dan Andri semakin dekat hubungan mereka. Dony hanya bisa menahan hati dan tetap berusaha untuk membuang perasaan yang ada di hatinya terhadap Melisa. Apapun yang berhubungan dengan Melisa, ia coba lupakan, kecuali ketika soal pembelajaran. Ia hanya berani menegur Melisa saat di kelas saja.






Ini adalah cerita terakhir, maaf tidak sampai target. Makasih sudah menjadi Inspirasi aku untuk buat cerita ini. Walaupun belum baik.. Tetapi aku hanya mencoba , dan setidaknya juga aku sudah berusaha... Terimakasih..

"Ketika kau ingin mencari apa dan siapa  Cinta Sejati itu, maka ibaratkan lah itu adalah sebuah "BUNGA", cobalah kau berjalan di taman itu. Ketika kau mulai berjalan, tetaplah melihat ke depan, jangan sesekali kau balik kebelakang. Dan saat kau menemukan sebuah "Bunga" yang menurutmu indah. Maka ambilah, tetapi jika kau tak mengambil itu maka teruslah berjalan hingga kau menemukan bunga yang menurutmu tadi adalah yang lebih baik dari bunga pertama. Jika saat diujung jalan kau juga tak menemukan bunga yang lebih baik dari bunga pertama. Maka ingatlah, kau telah membuang bunga yang Terbaik itu.."

Rabu, 29 Oktober 2014

Passenger - Let Her Go

Standard
Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you’re missin' home
Only know you love her when you let her go
And you let her go

Staring at the bottom of your glass
Hoping one day you'll make a dream last
But dreams come slow and they go so fast

You see her when you close your eyes
Maybe one day you'll understand why
Everything you touch surely dies

But you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go

Staring at the ceiling in the dark
Same old empty feeling in your heart
'Cause love comes slow and it goes so fast

Well you see her when you fall asleep
But never to touch and never to keep
'Cause you loved her too much
And you dived too deep

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go

And you let her go (oh, oh, ooh, oh no)
And you let her go (oh, oh, ooh, oh no)
Will you let her go?

'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go

'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go

And you let her go

Selasa, 28 Oktober 2014

Mencinta "tanpa" Dicinta

Standard

Aku suka dirinya... Entah dia tahu atau tidak akan ini... 

Or it just my feeling ? I don't know..

Apakah ia tahu bagaimana perasaan ini ada ? Atau perjalan "kisah" percintaan rumit ini ? Apakah ia bisa tahu kalau aku sungguh mencintainya ? Dan apakah ia juga tahu akan perasaan aku terhadapnya saat ini ? Entahlah... Perduli saja mungkin tidak...

Kini dan dahulu seperti sama.. Hanya saja situasi yang berbeda. Aku dulu mencintainya. Seorang yang mungkin bagiku jauh disana.. Bukan jauh akan keadaan tapi jauh akan harapan. Harapan yang kini telah usai karena terhapus oleh keadaan itu sendiri..

Dia bagai mimpi yang hanya bisa ku bayangkan. Atau bagai angan - angan yang tak pantas akan didapatkan.. Sebuah harapan yang membuat diri semakin terasa kecewa, terluka bahkan aku merasa seperti orang bodoh ketika aku ingat akan ini.. Jikaku harus jujur , aku  menyayanginya.. Ini adalah hal terbesar yang aku rasakan.. Tapi apakah perasaan yang sama akan terbalaskan ? Just her know it..

Apakah bodoh ketika aku punya perasaan ini terhadapnya ? Perasaan yang membuat ia tak bisa lepas dari ingatan ini. Apa saja yang dilakukan itu terjadi.. Bayangannya selalu ada. Layaknya seorang yang bodoh mempunyai perasaan atau seorang pengemis yang berharap akan imbalannya..

Pernah kah ia merasakan apa yang aku rasakan waktu itu ? Atau cukup menghargai apa yang kurasakan waktu itu ? Dan pernah kan menyadarinya ?

Merindukannya, memikirkannya, hanya mampu ditahan dan dikendalikan.. Karena ini yang kutakuti.. Menyapanya saja aku takut. takut akan salah dan membuatnya tambah tidak akan perduli terhadapku. Serba salah, sudah biasa ku alami..

Jujur, aku tak ingin punya perasaan ini yang akan bisa melewati batas keinginanku, dan harapanku. Mengagumi hingga aku merasa bersalah telah mempunyai perasaan ini, atau bahkan mempunyai perasaan menyesal telah mempunyai perasaan ini terhadapnya..

Terkadang, benci akan diri sendiri sering aku rasakan.. Yang tak bisa melakukan atau membuat harapan ini menjadi sebuah kenyataan. Atau bahkan untuk mengungkapi apa yang aku rasakan.. Aku selalu ingin agar ia tahu dan memahaminya.

Bohong.. ya pasti ini akan terjadi. Dan ini yang akan aku lakukan jika orang menyanyakan hal ini padaku.. Bohong bahwa aku tak mencintaimu.. Bohong akan aku tidak memperdulikanmu.. Bohong akan aku tak ingin jadi pacarmu.. Semua bohong akan ku lakukan.. Karena itu hanya alasanku.. Alasan karena aku takut tidak bisa membuat itu menjadi nyata bahwa aku tak akan bisa melakukan itu semua..

Perasaan "Mengagumi tanpa Dicintai" mungkin akan pas dengan apa yang ku rasakan saat ini..
Ingin pindah hati ? Apakah aku akan menyerah ketika aku sudah berkorban terlalu banyak ? Bertahan ? Apakah aku akan terus seperti ini ? Dua pendapat yang membuatku kembali merasa seperti bodoh..

Now, yang aku lakukan hanya terus bermimpi dan berharap. Walaupun hasil yang akan kudapatkan akan sia - sia atau bahkan tidak akan mendapatkan hasil sedikitpun..

Dia telah mengajariku akan arti sebuah perjuangan "CINTA".. Cinta sejati ? Mungkin hanya aku saja yang mengatakan itu adalah benar. Ia ? Aku tidak akan pernah tahu.


You know what i mean (6)

Standard
Chapter 6 : Kamu tau apa yang aku maksud


Sejak mulai dekat sama Silvia, Dony sudah jarang untuk berkomunikasi dengan Melisa. Dony takut semakin susah untuk melupakan Melisa. Dan takut membuat Silvia tau kalau Dony pernah dan mungkin juga masih suka sama Melisa. Akan tetapi, dalam hatinya ia merasa seperti ada yang kurang semenjak ia jarang untuk berkomunikasi dengan Melisa.

Di kelas pun, mereka tidak banyak ngobrol. Dony terkadang hanya menanyakan tugas atau sekedar menegur Melisa. Kebetulan, di tugas kelompok mapel biologi ini Dony masuk di kelompok Melisa bersama Ayu, Shita dan Akbar..

“Mel, kita sekelompok biologi ?” imbau Dony sambil mengambil buku biologi dari tasnya..
“Iya don, kapan mau kerjain ?”
”Hari ini aja gimana ? Gue besok les, coba tanya Ayu , Shita dan Akbar, mereka bisa gak hari ini”

“Kita kumpulin aja sekarang kelompoknya, kita tentuin kapan mau ngerjain..”

“Yaudah, gue panggil mereka dulu”

Dony pun memanggil Ayu, Shita dan Akbar yang masih sibuk ngerjain tugas yang lain..

”Shita, Ayu, Akbar, yok kumpul dulu untuk bahas tugas kelompok biologi”

“Ya don, duluan, tanggung nih”saut Ayu..

Shita dan akbar pun lansung ikut bergabung dengan Dony dan Melisa.. Dan disusul oleh Ayu..

“Jadi kapan rencana mau kerjain ini tugas” tanya Dony.
“Hari ini gue bisa kok, gue sama Ayu lagi males les” saut Melisa sambil tersenyum..
“Lo gimana Bar, dan lo Ta ? Bisa gak hari ini mumpung hari sabtu, kan pulang jam 2?”
“Bisaaa” saut Akbar dan Shita berbarengan
“Oh yaudah, berarti pulang sekolah ini kerja kelompok ya.. Dirumah gue aja, lagi gak ada orang, jadi bisa fokus kita. Gimana ? Tanya Ayu.
Melisa , Dony, Shita dan Akbar hanya mengangguk..

Bel pulang pun berbunyi.. Dony menghampiri Melisa untuk mengabarkan kalau ia mau mengantar Silvia pulang dulu baru akan menyusul di rumah Ayu..
“Mel, gue nganterin Silvia pulang dulu ya, ntar gue susul kerumah Ayu.. Kasih alamatnya ya, gue lupa.. Kirim di bbm aja...
“Oke, cepet Don !”

Setelah mengantar Silvia pulang kerumahnya, Dony pun lansung on the way untuk pergi ke rumah Ayu, yang jaraknya agak jauh dari rumah Silvia. Sesampai dirumah Ayu, tanpa basa - basi lagi, Dony lansung ikut bergabung untuk membuat tugas biologi itu.

                    ҉

Tugas kelompok pun selesai, dan kini adalah saatnya pulang kerumah masing - masing. Karena rumah Melisa jauh dari rumah Ayu dan searah dengan jalur pulangnya. Dony menawarkan ke Melisa untuk pulang bareng.

“Mel, bareng gue aja. Sekalian.. Searah juga rumah kita”
”Searah ? Wkwk. Jauh gitu..”

“Yaudah terserah lo, sekarang gimana , mau gak ? Udah hampir maghrib..”
“Okedeh.. Sebelumnya makasih ya..”
“Oke.”

Ditengah perjalanan, karena belum makan. Dony pun berfikiran untuk makan sebentar, sekaligus mengajak Melisa makan. Karena yang ia tahu, tadi Melisa tidak makan siang, karena tidak nafsu makan.. Mereka pun stop di tempat makan favorit Dony..

“Mel, makan yok.. Gue laper, lo juga pasti laper”
“Hem, dirumah gue aja Don..”
“Ah tanggung Mel, disini aja.. Gue bayarin kok..” Dony sedikit tertawa..
“Oke terserah lo aja..”

Sembaring menunggu masakan yang akan datang ke meja, Melisa menanyakan tentang hubungan Silvia dengan Dony.. 

"Don, gue mau tanya.. Lo udah pacaran sama Silvia ?"
"Pacaran ? Gak sih, baru deket aja.."
"Udah ngaku aja lah.. Buktinya aja lo beberapa hari ini sering nganterin dia balik"
"Terserah lo sih.. Kalo hubungan lo sama Andri ?"
"Eh.. Kenapa ?"sedikit terkejut akan pertanyaan Dony.
"Gak, ya biar impas aja. Lo tadi nanyain, ya gue tanya balik. Jawab lah.."
"Heh.. Ya biasa.. Cuma deket kok.. " Melisa tersenyum malu..

"Andai lo tau Mel, gue bermimpi kalo Andri itu gue.. Gue yang saat ini bisa deket sama lo." kata yang terlintas dalam hati Dony..

Masakan pun jadi, dan mereka lansung menyantap makanan yang telah disajikan.. 
Setelah makan selesai, mereka pun lansung pulang kerumah.. Dan Dony mengantarkan Melisa sampai kerumahnya..

"Nih Mel, sampe sini ya.. Thanks ya udah nemenin gue makan tadi"
"Hehe, iyaa.. Makasih juga udah bayarin gue"
"Oke.. Gue pulang dulu yaa.."
"Sip, hati - hati ya Don" sambil melambaikan tangan ke Dony yang telah meninggalkan rumah Melisa.

Setiba dirumah, Dony entah kenapa memikirkan kejadian waktu makan bersama Melisa tadi. Ia sedikit menyesal kenapa hanya banyak diam tadi.. Kenapa tidakk berani untuk ngobrol banyak sama Melisa.. 

Senin, 27 Oktober 2014

AOP – Bodohnya Diriku

Standard
Hueee. Udah lama banget gak ngepost.. Rasanya jari - jari ini kaku akan keyboard.. Haha.. Karena jari - jari ini masih kaku, dan gue juga baru selesein lanjutan novel gue.. Yaudah, gue coba share lirik lagu yang saat ini sering gue dengerin..

Ya gak galau sih, tapi kenapa pas dan gue seneng sama lagu ini.. Judulnya "Bodohnya Diriku"...  Apa gue lagi galau ? Entahlah.. .. Yaudah lansung aja... nih liriknya...


Kau pernah melukai aku
Ku sadar itu
Kau pernah meninggalkan aku
Dan ku sadar semua itu

Tak pernah ku sangka dirimu
Tak bisa cintaiku
Jika ku tetap mengharap dirimu
Mungkin itu maumu

Bodohnya diriku slalu menunggumu
Yang tak pernah untuk bisa mencintai aku
Ohh Tuhan tolonglah beri aku cara
Untuk dapat melupakan dia
Dan cintanya

Tak pernah ku sangka dirimu
Tak bisa cintaiku
Jika ku tetap mengharap dirimu
Mungkin itu maumu

Bodohnya diriku slalu menunggumu
Yang tak pernah untuk bisa mencintai aku
Ohh Tuhan tolonglah beri aku cara
Untuk dapat melupakan dia
Dan cintanya

(Huuuuu..)

Bodohnya diriku slalu menunggumu
Yang tak pernah untuk bisa mencintai aku
Ohh Tuhan tolonglah beri aku cara
Untuk dapat melupakan dia
Dan cintanya

Bodohnya diriku slalu menunggumu (menunggumu)
Yang tak pernah untuk bisa mencintai aku
Ohh Tuhan tolonglah (tolonglah) beri aku cara
Untuk dapat melupakan dia
Dan cintanya

You know what i mean (5)

Standard
Chapter 5 : Move On untuk melupakanmu

Sekian lama menunggu dan berjuang agar bisa mendekati Melisa. Dony sedikit patah semangat, dan akhirnya Ayu sebagai sahabatnya menyarankan agar Dony mencoba untuk mencari pengganti Melisa..

"Don, gue mau ngomong sesuatu sama lo. Bisa gak ? Penting !"
"Oke, apaan ?"
"Menyangkut lo sama Melisa.."
"Hm.. Apa yang mau lo omongin ?"
"Jangan disini, ayok ikut gue ke kantin..."

Ayu pun mengajak Dony untuk ngobrol dikantin, karena Ayu takut di lihat oleh Melisa..

"Udah cepet, lo mau ngomong apa ?"tegur Dony
"Lo harus move on dari Melisa !"
"Hah ? Maksud lo ?"
"Ya, kemarin Melisa cerita ke gue tentang perasaannya ke lo."
"Apa yang diomongin Melisa ?"
"Dia ngomong kalo dia susah untuk bisa suka sama lo. "
"Jadi gue harus gimana ?"
"Move on ! Itu yang harus lo lakuin sekarang .."
"Move on ke siapa ??"
"Ke Silvia.. Gue tau kalo dia itu suka sama lo."
"Ide gila.. Gue gak suka sama dia ! Gak mungkin gue pura - pura untuk suka sama dia"
"Coba, gue yakin lo ntar bakal bisa lupa sama Melisa.."
"Ah payah lo, bukan ngedukung malah gini.. Ntar gue pikirin lagi"
"Oke, ini saran gue untuk lo"

Pulang dari kantin pun Dony masih memikirkan apa yang dibicarakan Ayu tadi.. Ia benar - benar bingung apa yang harus ia lakukan.. Terus mengejar Melisa atau lupakan dan mendekati Silvia..
Ketika dijalan saat pulang, Dony melihat Silvia duduk menunggu jemputan di depan pos satpam. Ya karena biasanya Silvia yang biasa dipanggil Via ini menunggu kakaknya jemput.. Via adalah anak kelas IPA 4 yang dulunya pernah deket sama Dony..
Dony pun menghampiri Silvia dengan maksud menawarkan tumpangan...

"Hey Via.. Lagi nunggu jemputan ?"
"Eh iya nih.. Hehe.. "
"Yaudah bareng gue aja gimana ?"
"Gak usah, makasih Don, kakak ku bentar lagi sampe kok."
"Oke, aku tunggu 10 menit aja ya. Kalo gak ada kamu bareng aku aja.."
"Yaudah."

Sepuluh menit pun lewat dan akhirnya mereka berdua pulang barengan.. Saat dijalan, hujan pun turun lebat.. Dan mereka pun berteduh dulu di depan rumah makan.. Sambil menunggu hujan reda, Dony mengajak Via untuk makan...

"Via, makan yook. Sambil nunggu reda, gue traktir"
"Udah kenyang Don.. Gue minum aja"
"Okee.."
"Gue gak kena marah pacar lo Don nanti ?"tanya Via saat dony memesan makanan.
"Lu ngejek ? Gak ada lah.."
"Hehe, kirain takut nya sih ada. Ya gue bisa habis kena marah hehe"
"Gak kok. Hujannya awet ya.."
"Iyaa, udah setengah jam.. Banjir mungkin nih nanti" sedikit tertawa..
"Janganlah, gak bisa pulang nanti,.."
"Haha, iya deh..Cepetan makan, cowok kok lambet.."
"Iyaa, ni udah.. Santai aja. gue cowok bukan abal - abal haha"..

Hujan pun reda dan Dony lansung mengantarkan Via ke rumahnya.. Dan lansung pulang karena takut hujan bakal turun lagi.. Sesampai dirumah, Dony menceritakan kejadian pulang sekolah tadi ke Ayu.. Ingin maksud agar menyarankan sesuatu untuknya.. Ia pun lansung menelfon Ayu..

"KRIIING" buunyi nada dering handphone Ayu..
"Ada apaa Dony ? Tumben lo ..."
"Ayuu.. Gue tadi nganterin Via pulang, dan kami tadi makan.. Menurut loe gimana ?"
"Cepet amat bisa deket, cowok modus ya haha"
"Gak, cepet Yu, menurut loe gimana ?"
"Yaudah tembak aja, deketin dulu tapi"
"Serius ? Melisa gimana ?"
"Coba lupain dulu.."
"Gue fikir - fikir dulu ya Yu.. Masih bingung gue.."
"Labil nih anak"
"Masih muda .. Disini dulu yee.. Mau buat pr"
"Gaayaaa loo.. Oke.." sambil menutup telfon dari Dony..

Sebelum tidur, Dony masih memikirkan apa yang harus ia lakukan.. Dan muncullah ide, bahwa ia harus mengikuti apa yang disaranin oleh Ayu..

Hari terus berganti, dan kedekatan antara Dony dan Silvia pun semakin dekat.. Mungkin bagi Dony Silvia adalah cewek yang mungkin bisa buat dia lupa akan Melisa.. Walaupun saat dekat seperti sekarang pun Dony belum bisas terlalu melupakan Melisa. Dan akhirnya pun Dony mengutarakan perasaannya ke Silvia.. Dan mereka kini menjadi sebuah pasangan... Selain dengan maksud ingin melupakan Melisa, ia juga berusaha untuk berlaku tulus kepada Silvia..

Selasa, 30 September 2014

You know what i mean (4)

Standard
Chapter 4 : Surat untuk Melisa

Dony sudah mengetahui semua, akan tetapi Dony belum patah semangat untuk membuktikan rasa sayangnya itu ke Melisa, walaupun Dony tidak secara terang-terangan membuktikan perasaannya itu. Dony takut akan melakukan kesalahan yang akan membuat Melisa menjauh darinya. Dan ia hanya mencurahkan apa yang dirasakannya dalam tulisan di bukunya yang berjudul " Suratku untuk Melisa "..

Melisaa.....

Harus seberapa cuek lagi sifatmu ke aku ? Sampai kapan kamu bakal kayak ini ke aku ?
Andai lo tau Mel, jujur.. Gue tau semua tentang lo.. Apalagi tentang perasaan lo ke Andri.
Jujur Mel, gue kecewa udah tau ini.. Tapi apa daya gue ? Gue cuma jadi "teman" bagi lo...

Apakah gue hanya bisa jadi pengagum lo Mel ? 
Lo bintang bagi gue Mel, sejak gue kenal akrab sama lo.. Entah kenapa, jujur gue ngerasa happy..
Gue mungkin gak ngebuktiin lansung ke lo tentang perasaan gue ini.. Tapi, gue selalu berusaha Mel, untuk cari info tentang lo. Mungkin seperti "Pengemis", gue cari kesana kemari untuk nyari semua 
tentang lo Mel..

Gue gak  malu  Mel kalo untuk ngebuktiin perasaan gue ini ke lo, tapi jujur gue takut buat lo marah ataupun buat lo malu, karena lo disukai oleh gue, yang cuma cowo biasa yang gak punya pamor terkenal seperti Andri ... Itu alasan gue.. 

Mungkin juga gue ngerasa gak pantes untuk dapetin lo, gue seperti mimpi ataupun berkhayal hal yang gak bakal pasti gue dapet. Pengharap yang gak bakal pernah bisa diharapkan kembali..

Dony........


Banyak kertas telah di tulisnya dengan curhatan akan perasaannya. Entah semua curhatan ini akan terbaca ia tidak perduli.. 

Saat disekolah, Ayu meminjam buku catatan Dony. Setelah buku itu dipinjam oleh Ayu,  ia terlupa kalau curhatan yang ditulisnya semalam ada di buku yang hari ini akan dipinjam oleh Ayu.. Dan saat pulang sekolah pun Ayu menghampiri Dony untuk menanyakan tentang kertas itu..

"Dooon !! Ada yang mau gue tanya sama lo. Penting !!"
"Mau nanya apa Yu ?
"Ayok, ikut gue ketaman aja, jangan disini.." menarik tangan Dony..
"Ada apaan sih ?"
"Ini kertas lo kan ?"
"Eh, kok bisa ada di lo sih ?"
"Kertas ini ada di buku catetan lo Don..."
"Astaga... Lo baca semua ?"
"Ya, apa sih maksud lo ? Lo kenapa ? Tumben nulis - nulis.."
"Gue males, lo baca sendiri aja isi surat itu. Udah lo baca kasih gue lagi"
"Jangan jadi pengecut Don, kalo lo suka lo buktiin !"
"Harus gimana lagi ? Udah ah, gue buru - buru.. Bai.."

Dony pun meninggalkan Ayu, karena ia terburu - buru untuk latihan Basket.. Dan kertas yang berisi curhatannya pun, masih ada di Ayu yang akan dimintanya besok saat pulang sekolah..

Esokan hari, saat belajar Dony menghampiri Ayu untuk mengabil kertas yang kemarin dibacanya..
"Ayu, kertas gue kemarin mana ?"
"Oke, wait yaa.." sambil membuka tas nya dan memberikan kertasnya ke Dony..
 "Sip. Makasih Yu."
"Ya, gue juga makasih hehe, dan gue juga udah tau semuanya Don.. "
"Bener ?"
"Iya, sabar yaa.. Lo pasti bisa kok...Yakin aja.."sambil menepuk pundak Dony.
"Semoga ya.. Gue selalu berharap bisa kayak gitu kok"
"Haha, kayaknya loe emang cinta mati sama Melisa"
"Gue juga bingung.."
"Okee, yaudah gue ngerjain tugas ini dulu yaa.."


Bel tanda istirahat pun berbunyi. "Teeett... !!!"
Andri tiba - tiba datang ke kelas untuk menghampiri Melisa, seketika Dony seperti gelagapan salah tingkah.. Layaknya orang yang cemburu... Dony pun meninggalkan kelas..

"Hey Mel.. Lagi ngapain ?" sapa Andri dan mengabil kursi duduk disebelahnya.
"Eh lo Ndri, lagi ngerjain tugas"
"Masih lama gak ? Kekantin yokk"
"Tunggu ya, dikit lagi.."
"Oke.."
"Nih udah, tapi gue lagi males keluar .."
"Sebentar aja, habis itu ke kelas lagi.."
"Lo aja ya, gue mau lanjutin tugas.."
"Mau gue bantuin gak ?"
"Gak usah, takut ngerepotin"
"Yaudah.. Semangat ya Melisa"
"Hehe, makasih yaa" Tersenyum tersipu..

Melihat Dony seperti orang kebingungan di kantin pun membuat Ayu heran dengan keadaan Dony.. Apa yang terjadi sehingga Dony berlaku seperti itu.. Ia pun menghampiri Dony...

"Dony !! Tunggu gue."
"Etdaah. cepett..."
"Iyaa, lo kenapa sih ? Kayak orang kebingungan"
"Lo liat aja tuh dikelas.. Males guee.."
"Oh ada Andri ya ? Jealous nih ? "
"Udah ah, yok ke kantin.. Gue bayarin Es Teh"
"Es doang ? Makanannya juga ..."
"Yaudah cepet.."

Di perjalanan ke kantin, Ayu pun menanyakan hal apa yang membuat Dony bisa berlaku seperti itu, dan bermaksud juga untuk sedikit menghibur Dony..

"Don udah dapet ? Duduk sini.. "
"Udah, okee.."
"By the way.. Lo serius sama Melisa Don ?"
"Eh.. Harus ngomong gimana lagi sih ?"
"Iya iya, kenapa gak lo ungkapin aja ?"
"Bingung gue, gue takut ketika gue ungkapin dia bakal ngejauhin gue.. Udah ah, pusing gue bahas itu.. Kita balik ke kelas aja.."
"Yaudah.." pergi meninggalkan kantin dan menuju ke kelas..

Mereka pun balik ke kelas dan tepat saat Bel Masuk berbunyi.. Mungkin karena kedatangan Andri tadi, Melisa sekarang seperti orang yang bahagia.. Tersenyum sendiri.. Dony pun hanya menahan rasa cemburu yang sekarang sedang dirasakannya itu..

Rabu, 24 September 2014

You know what i mean (3)

Standard
Chapter 3 : Aku pengagum rahasiamu

Memang, sudah lama Dony mempunyai perasaan terhadap Melisa, akan tetapi Dony enggan memberitahu teman - temannya sekarang. Apalagi sejak ia tahu kalau Melisa suka dengan Andri. Dony pun selalu mencari informasi dari teman dekat Melisa.
Tidak perduli apakah Melisa akan marah jika mengetahui bahwa Dony mencari informasi tentang dirinya secara diam - diam..
Apa yang Dony ketahui, selalu ia tulis di memo handphonenya..


Terkadang Dony pun sering bertanya lansung dengan Melisa tentang dirinya.. Walaupun Dony sudah tahu, akan tetapi rasa ingin berkomunikasi dengan Melisa itu membuatnya tak tahan untuk bertanya..
Melisa tidak tau kalo Dony mempunyai perasaan kepadanya.. Karena Dony malu untuk membuktikan kepada Melisa kalau dia suka dengan Melisa..

"Mel, gue mau tanya sesuatu sama lo."
"Nanya apaan ?"
"Hem. Tapi lo jangan marah ya"
"Oke.. Cepet !"
"Lo suka sama Andri ?"
"Eh apaan sih, mana tau gue. Ngapain lo nanya itu ?"
"Gue cuma mastiin"
"Gak penting banget.."

Karena jawaban ketus dari Melisa itulah, Dony kebingungan.. Kemudian ia menanyakan hal tadi dengan Septa, sahabat Melisa.. Walau sembunyi - sembunyi..

"Sept, ada yang mau gue tanyain sama lo."
"Sekarang Don ? "
"Sekarang gak kayaknya, gue mau ke kantin dulu."
"Oke, gue tunggu di taman deket kolam"

Setelah pulang sekolah, ia pun lansung menghampiri Septa yang sudah menunggu di taman sekolah..

"Sept, lo mungkin tau apa yang gue mau tanyain ke lo sekarang"
"Apaa ? Tentang Melisa ?"
"Ya. Melisa beneran suka sama Andri ?"
"Hem, tapi lo jangan bilang tau dari gue ya.. Bener itu Don.."
"Sejak kapan ?"
"Udah lama, yang jelas kalo lo emang suka sama dia, lo kejer aja terus."
"Gimana ? Dia aja suka sama Andri"
"Terserah lo, Udah ah, gue duluan ya.."
"Oke, makasih Sept."

Keyakinan itupun semakin ada di benak Dony. Ia bingung apakah yang harus dilakukannya. Apakah ia harus move on atau tetap berjuang mendapatkan Melisa. Setiap hari ia pun sering memerhatikan Melisa dari kejauhan, walaupun sekelas Dony takut akan mengganggu Melisa..


Minggu, 14 September 2014

Masa kecil dan sekarang ?

Standard
Kalo ngomong - ngomong masa kecil itu mungkin ga bakal habisnya deh..
Mau kena marah karena sering maen keluar gak pernah jadi masalah, asalkan niatnya mau maen sama kawan - kawan deket rumah.. Antara cewe sama cowo gak ada gengsian... Pokoknya main ya main aja...

Mainnya kadang kejer - kejeran atau ngerecokin rumah tetangga... Layaknya foto yang dibawah ini, anak - anak ini pada main di halaman rumah gue.. Setiap hari, udah dimarahin karena ribut, eh tapi tetep aja mereka masih main..


Kalo sekarang sih beda banget... Masa remaja jauh lebih sulit dari pada masa anak - anak.. Dari temen - temennya hingga apa yang mau dilakuin.. 

Kalo pas waktu kecil, mau duit gak ada, ataupun capek, kalo ada temen yang ngajakin main, pasti udah lansung bisa deh.. Apa aja... Mau main bola, petak umpet ataupun yang lain.. Bahkan main bola pun bisa, walaupun anak cewe ikut main.. 

Kalo masa remaja sih, mungkin lebih banyak gengsiannya...
Kalo lagi bokek atau capek ya untuk main pun kadang - kadang ditunda... Apalagi kalo lagi bokek.. Mainnya pun gak bakal sebebas dulu... Mungkin bakal cuma bisa main sama - sama cowok, ya mainnya gak jauh dari Putsal, atau kalo udah bisa maen Billiard atau bahkan main PS sampe beberapa jam... Main pun cuma sama - sama cowok.. Kalo main bareng sama cewe mungkin cuma main biasa, atau cuma jalan - jalan doang.. Baik itu jalan ke Mall ataupun keliling kota sama kawan - kawan kelas atau geng...

Tapi ya, menurut gue masa anak - anak adalah masa yang bahagia dan sedih, karena cuma 2 itu aja yang pasti tiap hari dirasain dimasa itu.. Tapi masa remaja adalah masa dimana kita kenal semua.. Dari bebas, bahagia, sedih, was-was dan lain - lain kita temuin di masa remaja ini.. Semua ada resiko .. Tinggal gimana kita mau ngejalanin. Mau itu ke pertemanan yang baik atau buruk, itu ada di tangan kita.. So, jaga diri masing - masing itu penting..

Rabu, 10 September 2014

Cerita doang, atau curhat ?

Standard
Sebulan gak ngepost buat banyak tugas yang harus gue lakuin. Numpuk jadi satu, dan banyak juga yang udah lupa untuk mau bahas apa. Salah satunya yang gue inget adalah buat novel yang gue buat sendiri..  

Ya, novel ini adalah novel atau cerpen pertama yang gue buat secara continue. Ya emang bakal lama, dan sharenya pun gak dalem waktu yang singkat. Namanya amatir, gue harus banyak belajar lagi, dan berusaha mikir untuk buat kata - katanya.. Dan gue juga merasa emang sulit buat cerpen.. Nyesel mungkin gue kalo dulu pernah anggep cerpen atau novel ini cuma karangan fiktif belaka.. Dan gak taunya ini bener jadi hobi gue..

Balik lagi ke novel, novel ini mungkin ada sedikit kisah nyata gue ada juga yang fiksi.. Tapi kayaknya ini fiksi deh.. Eh gak tau deh.. Hanya gue aja yang tau ini real atau gak.. Malu gue kalo gue akuin... Ntar dikira gue apaan.. Entah ini cuma cerita pendek biasa, atau bahkan novel ini adalah penjelasan soal curhat gue dari hati yang paling dalem *pukpukpuk*... 

Semoga aja dengan gue buat novel gini, bisa buat blog gue banyak pengunjung. Hehehe... Amiiin... Entah pengunjung nyasar atau emang pengunjung setia gue. Wkwk.. Semoga aja deh beneran ada pengunjung setia wkwk..

You know what i mean (2)

Standard
Chapter 2 : my sketch and poem to you

Udah seminggu sekolah dan sekarang pun tugas udah mulai berdatangan. Salah satunya adalah tugas keterampilan. Ya, di dalam tugas ini siswa diharuskan menggambar sketsa wajah seseorang. Dony yang punya sedikit hobi gambar masih bingung, mau gambar wajah siapa dia nanti. Dan akhirnya dia milih untuk ngambar wajah si Melisa..

 "Mel, gue gambar wajah lo yak..."tegur Dony 
 "Gak ada yang lain ? Kenapa harus gue ?"
 "Ya, siapa lagi.. Ya, boleh kan ??"
 "Yaudah, terserah lo !"

Melisa pun pergi meninggalkan Dony... Dan waktu sekolah pun habis, seperti biasa.. Sepulang sekolah Dony pergi untuk main bersama rombongannya..
Saat malam tiba, tugas keterampilan pun harus dikumpul esok.. Dony pun mulai menggambar wajah orang yang disukainya itu.. Dan sketsa pun selesai. Ia bahagia, karena ia bisa menggambar wajah Melisa..
Setibanya disekolah, ia lansung menunjukkan sketsa wajah yang dibuatnya itu ke Melisa, Dan berharap kalo Melisa senang dengan gambarannya itu..
"Mel, nih gue udah selesai. Menurut lo gimana ?"ucap Dony..
"Hmm. Bagus, tapi kok disini gue tembem banget ?"
"Emang tembem kali, lo kan pipibakpao."
"Idiih, gaje lo."

Dony memberikan sketsa yang digambarnya itu kepada Melisa, dengan harapan Melisa mau menerima apa yang telah ia kerjakan..
Bel, tanda istirahat berbunyi. Dony mengajak Melisa untuk ke kantin bareng untuk makan. Dan setibanya di kantin. Ternyata Melisa ketemu dengan Andri. Seorang cowo keren, yang banyak dikagumin disekolahnya.. Dan Andri tidak sengaja menabrak Melisa.
"Diih, liat siapa lo Mel sampe segitunya ?"
"Ituh, gue liat Andri.."
"Andri ? Lo suka ya ?"
"Udah ah.. Gue mau balik ke kelas, gue cuma mau beli minum aja tadi. Duluan yaa.."

Sejak kejadian di kantin tadi, Melisa sering melamun sambil tersenyum sendiri.. Melisa merasa tidak menyangka kalau cowo yang di kagumi banyak cewe tadi menabraknya.. Dony pun sedikit merasa cemburu akan perubahan sifat Melisa. Dony berfikir kalau Melisa menyukai Andri. Tetapi ia tidak mau berburuk sangka dulu..

Saat bel pulang, Dony ingin menawarkan Melisa untuk pulang bareng. Akan tetapi, Andri duluan menawarkan tumpangan ke Melisa, dan menerimanya.. Dony sedikit cemburu dan ia lansung pulang kerumah..
Sesampai dirumah, ia menyuruh teman dekat Melisa untuk menanyakan akan kejadian sore tadi. Namanya Ayu, sahabat dekat Melisa.. Mereka bersahabat sudah dari SMP. Dony pun menelfon Ayu.

"Yu, gue mau tanya sesuatu sama lo, boleh gak ?"
"Eh lo Don, tumben nelfon gua. Nanya apaan ? Tentang Melisa ?"
"Ya bener lo Yu.. Tadi gue ngeliat Melisa pulang bareng sama Andri."
"Iyakah ? Bahagia banget pasti Melisa sekarang."
"Maksud lo ?"
"Eh, Melisa itu udah lama suka sama Andri. Andri juga sering chat sama Melisa. Tapi lo diem aja ya.."
"Bukannya Andri lagi pacaran sama Dewinta ya ?"
"Emang. Lo jealous ya ?
"Gak"..

Dony merasa cemburu mendengar kalau Melisa sudah lama mempunyai perasaan dengan Andri. Ia menuliskan puisi di memo handphonenya..

Andai kau tahu ini
Sebuah rasa janggal menimpa hati ini
Tapi, aku sadar
Siapa aku di dirimu

Gelita kan tahu jawabnya
Ceritaku pada mereka
Tapi adakah mereka juga mengerti ?
Aku juga tak tahu itu.

Kau tahu maksudku
Tapi kau enggan mengerti
Apa tujuanku..

Sudah berderet puisi yang disimpannya di memo.. Akan tetapi ia tidak pernah memberitahu kepada temannya untuk siapa puisi tersebut dibuatnya saat teman - temannya bertanya..
Ia hanya menjawab jika itu hanya ide belakanya saja..

Minggu, 07 September 2014

I Won't Give Up - Jason Mraz ( terjemahan )

Standard
Ini adalah lagu kesukaan gue. Lagu yang dipopulerkan oleh Jason Mraz.. Gue suka lagu ini semenjak gue search di youtube dan sejak artis yang baru - baru ini gue idolain cover lagu ini.. Lagu ini gue ambil dari http://terjemah-lirik-lagu-barat.blogspot.com/ .
Selamat menikmati :D


I Won't Give Up (terjemahan )

When I look into your eyes,
Saat kutatap matamu
It's like watching the night sky
Seolah sedang kupandangi langit malam
or a beautiful sunrise,
Atau indahnya mentari terbit 
There's so much they hold
Banyak arti dari dua hal itu
And just like them old stars,
Begitu pula bintang-bintang di atas sana
I see that you've come so far,
Kulihat tlah kau tempuh perjalanan panjang
to be right where you are,
Tuk sampai di tempatmu kini berada
How old is your soul?
Berapakah umur jiwamu?

CHORUS:
I won't give up on us,
Takkan kuberhenti berusaha
even if the skies get rough
Meskipun langit mulai menghitam 
I'm giving you all my love
Kuberi kau seluruh cintaku
I'm still looking up
Aku masih tetap melangkah

And when you're needing your space
Dan saat kau ingin sendiri
to do some navigating
Untuk bertualang
I'll be here, patiently waiting,
Aku kan di sini, sabar menunggu
to see what you find.
Tuk melihat yang kau temukan

'Cause even the stars they burn,
Karena meskipun bintang terbakar
some even fall to the earth.
Bahkan ada yang jatuh ke bumi
We got a lot to learn.
Banyak yang kita pelajari
God knows we're worth it
Tuhan tahu kita layak menerimanya
No, I won't give up
Aku takkan menyerah

I don't want to be someone
Aku tak ingin menjadi seseorang
who walks away so easily
Yang pergi dengan mudahnya
I'm here to stay
Aku akan tinggal
and make the difference that I can make
Dan membuat perbedaan
Our differences, they do a lot to teach us,
Perbedaan kita, banyak yang mereka ajarkan pada kita
how to use the tools and gifts we got,
Cara manfaatkan alat dan anugerah yang kita punya
yeah, we got a lot at stake
Yeah, banyak yang kita pertaruhkan
and in the end you're still my friend.
Dan pada akhirnya kau kan tetap jadi temanku
At least we did intend for us to work.
Setidaknya kita berniat pertahankan hubungan kita
We didn't break, we didn't burn.
Kita tak patah arang, kita tak terbakar
We had to learn how to bend,
Kita harus belajar menunduk, 
without the world, caving in.
Tanpa dunia ikut runtuh
I had to learn, what I've got
Aku harus belajar, apa yang kupunya
And what I'm not and who I am.
Dan yang tak kumiliki dan siapa diriku

CHORUS

I'm still looking up.
Aku tetap melangkah

Well, I won't give up on us.
Aku takkan berhenti berusaha
(No, I'm not giving up.)
(Aku takkan menyerah)
God knows I'm tough, he knows.
Tuhan tahu aku kuat, Dia tahu.
(I am tough, I am love.)
(Aku kuat, aku adalah cinta.)
We got a lot to learn.
Banyak yang kita pelajari
(We're life, we are love.)
(Kita adalah hidup, kita adalah cinta)
God knows we're worth it.
Tuhan tahu kita layak menerimanya
(And we're worth it.)
(Dan kita layak menerimanya)

CHORUS